Minggu, 26 Oktober 2014

Cerita Semasa Awal Kuliah sampai Sekarang

PERJALANAN LANJUTAN
 
           Saya berasal dari lulusan SMA PGRI 4 Bogor, tahun 2011. Disinilah awal baru untuk memperdalam pencarian ilmu tambahan dari semua pelajaran yang telah diterima semasa sekolah dulu. Referensi perkuliahan pun banyak bermunculan, awalnya saya berminat masuk perguruan tinggi negeri seperti Andalas dan UNSRI. Tetapi menyadari kemampuan ekonomi keluarga saya dan standar otak yang saya miliki untuk mendapatkan sebuah beasiswa sebagai bekal tambahan masuk universitas negeri, dan pula larangan dari orang tua untuk berkuliah di kota orang yang jauh itu. Saya pun mengurungkan niat dan memilih universitas gunadarma sebagai lanjutan pencarian ilmu saya dari semua universitas swasta yang ada.
               Awal perkuliahan saya dimulai dari PPSPPT sampai saya masuk ke kelas 1EA02. Banyak perbedaan yang saya alami karena dunia perkuliahan begitu berbeda dari sekolah dulu. Mulai dari berbedanya seragam yang dipakai, guru berbeda yang kini hanya dipanggil dosen(yaitu katanya guru itu orang tua kalo disekolah,tapi yang ini bukan dikatakan begitu,hehe), dan jalur perjalanan yang ditempuh berbeda pula (lebih jauh), tetapi tugas yang diberikan tak lebih jauh dari sekolah dulu dan terkesan lebih kejam.
           Semester awal pun berlalu, nilai yang dikatakan sebagai IPK itupun keluar. Hasil yang didapatkan pun tak seperti apa yang dipikirkan, begitu sangat kurang memuaskan dari yang diharapkan. Mungkin ini berbeda karena bedanya pelajaran yang ditelan semasa SMA dulu, maklum saya anak IPA. Oleh karena itu mungkin saya harus lebih berusaha lagi dan menyesuaikan terhadap pelajaran yang diterima. Semester 2 pun ditempuh dan saya pun lebih giat berusaha dan IPK itu tetap tidak begitu berkembang drastis, karena saya begitu meremehkan yang namanya Ujian Utama (UU).
Semester 3 pun muncul atau biasa disebut kelas 2. Disemester ini dikatakan sebagai awalnya sebuah kekompakan dalam pertemanan dikelas, karena disemester ini kita dipaksa pindah secara random dan tetap bersama sampai akhir (tergantung dari niat masing-masing juga), yang tadinya kita mungkin sudah mulai atau sangat kompak dengan teman kelas 1 kita. Disemester inipun saya dimasukkan dikelas 2EA13, angka “13” dibelakangnya mungkin bisa dianggap sebagai angka keramat, tetapi saya meyakini bahwa angka 13 itu adalah sebuah keberuntungan (meyakini disini bukan bermaksud musrik ya) buktinya disini bermunculan teman-teman baru yang asik dan gokil walaupun terkesan datar awalnya.
             Setahun berlalu kelas 2 pun berlalu, nilai IPK pun tetap merayap dan terkesan menurun, entah karena saya begitu santainya menyerap pelajaran mungkin sampai menjadi begini. Dikelas 3 ini saya memasuki semester 5 dan 6 ditahun ajaran 2013-2014. Dikelas ini kami mulai kompak dari kelas 2 dulu, dalam hal menjalani perkuliahan dari tugas kuliah yang diberikan dosen, tugas-tugas praktikum dan kepedulian bahu-membahu dalam menjalani pembuatan “PENULISAN ILMIAH”. Mungkin disini kami mulai sadar karena kami lama bersama sampai akhir dan kami berasal dari tahunan yang sama, maka kami pula harus lulus pada tahun 2015 nanti!.
Hari demi hari berlalu dikelas 3 ini, tanpa terasa setahun sudah dan kami pun memasuki semester 7 atau kelas 4. Ini masa-masa akhir dan merupakan cambukan awal untuk menghadapi kelulusan dan standar apa yang akan dipersiapkan saat lulus nanti. Disini saya harus menikmati masa-masa akhir kami dari senang maupun susah. Tugas pun mulai bertambah walau kadarnya tak terlalu beruntun seperti semester-semester sebelumnya. Dan tugas akhir apa nanti yang akan kami terima di semester 8 nanti. Saya harus tetap giat dan berusaha demi apa yang saya dan orang tua harapkan. Terakhir saya berharap semoga disemester 8 nanti apa yang saya harapkan dapat tercapai semuanya, dan saya atau kami EA13 dapat lulus dengan hasil yang memuaskan. Sedih memang tetapi pada akhirnya setiap awal permulaan memang harus diakhiri dengan perpisahan, tetapi yang terpenting apa yang kita ukir dari satu babak perjalanan ini.

Membuat CV (Daftar Riwayat Hidup)


                                   CURRICULUM VITAE
DATA PRIBADI
Nama                                : Hendy Delta Reonaldo
Jenis Kelamin                   : Laki-laki
Tempat, Tanggal Lahir    : Palembang, 18 Desember 1993
Kewarganegaraan            : Indonesia
Status                               : Belum Menikah
Tinggi, berat badan          : 170cm, 55kg
Agama                              : Islam
Alamat                                         : Jl. Pangeran Asogiri. Perum. Ciluar Asri blok E.1 no. 03                      
                                           RT 06 RW02, Tanah Baru - Bogor 16154.
Telephon                          : 089669138007
Email                                : hendy.kurakura@gmail.com.


LATAR BELAKANG PENDIDIKAN
1999 – 2005                : SD Tulus Bhakti, Palembang.
2005 – 2008                : SMP Negeri 10, Palembang.
2008 – 2011                : SMA PGRI 4, Bogor.
2011 – sekarang          : Universitas Gunadarma, Depok.

KEMAMPUAN
Kemampuan mengoperasikan Komputer (MS.Word, MS. Excel, MS, PowerPoint, MS Access, dan Internet) dan berkomunikasi baik dengan orang lain.

KURSUS & WORKSHOP
Kursus “Investment Analysis” – Universitas Gundarma.
Workshop “Securities Technical Analysis” – Universitas Gunadarma.

PENGALAMAN KERJA
Belum ada


Rabu, 09 April 2014

KARANGAN NARASI



SEJARAH AWAL JEMBATAN AMPERA
Jembatan Ampera merupakan jembatan kebanggaan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan dan sudah menjadi Trade Mark bagi kota Palembang. Keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk menghubungkan daerah ulu dan ilir sehingga transportasi menjadi lancar dan otomatis juga memperlancar kehidupan ekonomi. Jembatan Ampera merupakan hadiah Bung Karno bagi masyarakat Palembang yang dananya diambil dari dana rampasan perang Jepang (juga untuk membangun Monas, Jakarta).
Pada awalnya, Jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Pemberian nama tersebut ditunjukkan sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi. Akan tetapi beliau tidak setuju (supaya tidak ada kultus individu dan desakan gerakan anti-Soekarnoyg sangat kuat), maka nama Ampera lebih cocok sesuai dengan fungsinya sebagai Amanat Penderitaan Rakyat, yang pernah menjadi slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960-an dan masyarakat palembang sendiri lebih suka memanggilnya dengan sebutan “Proyek Musi”.
Pembangunan jembatan Ampera ini sendiri dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut. Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 September 1965 Oleh Letjend Ahmad Yani, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Akan tetapi, setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera. tetapi masyarakat palembang lebih suka memanggil jembatan ini dengan sebutan “Proyek Musi”.
Keistimewaan jembatan Ampera sendiri terletak dibagian tengah badan jembatan ini. Di bagian tengah ini awalnya bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Akan tetapi dengan berbagai alasan yang ada, pada akhirnya jembatan ini tidak menunjukkan keunikannya lagi. Jembatan Ampera pernah direnovasi pada tahun 1981, dengan menghabiskan dana sekitar Rp 850 juta. Renovasi dilakukan setelah muncul kekhawatiran akan ancaman kerusakan Jembatan Ampera bisa membuatnya ambruk.
Bersamaan dengan eforia reformasi tahun 1997, beberapa onderdil jembatan ini diketahui dipreteli pencuri. Pencurian dilakukan dengan memanjat menara jembatan, dan memotong beberapa onderdil jembatan yang sudah tidak berfungsi. Warna jembatan pun sudah mengalami 3 kali perubahan dari awal berdiri berwarna abu-abu terus tahun 1992 di ganti kuning dan terakhir di tahun 2002 menjadi merah sampai sekarang. (Brogododot)

Jumat, 28 Maret 2014

Karangan Argumentasi



Kerusakan Lingkungan

Lingkungan hidup kita saat ini sudah berbeda di bandingkan beberapa tahun yang lalu , sekarang sangat memalukan karena tidak ada peningkatan tapi malah penurunan yang terus bertambah tiap tahun. Lingkungan ini juga seharusnya di jaga dengan baik, bukan hanya seperti hewan langka saja yang di jaga. Karena lingkungan hidup kita ini sudah tidak pantas dikatakan baik, karena perilaku masyarakat modern seperti kita ini yang begitu tidak perduli akan kesehatan lingkungan.
Kerusakan lingkungan sebenarnya sudah banyak terjadi di hampir seluruh wilayah yang ada didunia, dan itu semua karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab atas ulah ulahnya. Kerusakan lingkungan juga biasanya di sebabkan oleh tidak adanya lagi perawatan dan kepedulian para warga terhadap lingkungan tersebut. Namun walaupun kita juga tahu kalau lingkungan kita sudah rusak , tetapi kita juga masih saja acuh dan tidak memperdulikan lingkungan.
Banyak juga beberapa bencana yang terjadi karena lingkungan yang buruk dan tidak mendukung seperti semestinya. Contohnya selokan-selokan mampet yang bisa membuat banjir dikala hujan ataupun tidak hujan dikarenakan selokan yang dangkal dari semestinya. Disamping itu juga banyak sebab-sebab terjadinya lingkungan hidup yang buruk , misalkan banyak manusia yang menebang hutan secara sembarangan yang bisa membuat daerah hutan itu tidak mempunyai resapan air dan akhirnya apabila terjadi hujan yang besar sudah pasti daerah sekitar akan tekena banjir, misalkan lagi dari membuang sampah sembarangan yang membuat daerah kita terkena banjir juga.
Setelah itu dari kerusakan lingkungan kita juga bisa merasakan hal-hal yang tidak kita inginkan, namun kita malah tidak menghindari hal - hal yang tidak di inginkan itu, mengapa ? itu semua karena manusia itu mempunyai sifat egois yang sudah terlalu tinggi . Tetapi memang di dunia ini masih ada beberapa manusia yang masih peduli pada lingkungan tetapi tidak melebihi dari 50 % manusia yang ada didunia . Contohnya : Disekolah mungkin hanya ada 10 siswa dari beratus ratus siswa yang peduli pada lingkungan , atau mungkin tidak ada sama sekali. Oleh sebab itu marilah kita semua, menjaga lingkungan kita yang sebelumnya itu indah sekali dan tapi mengapa bisa hancur begini .
Itu semua terjadi sebab polusi yang berlebihan, tidak ada penghijauan, penebangan hutan secara liar, buang sampah secara sembarangan yang tidak mau bertanggung jawab. Akibat yang kita dapatkan mungkin juga akan lebih parah apabila kita tidak bisa menjaganya dengan baik. Dengan beberapa usaha yang bisa kita lakukan dan itu tidak akan merugikan kita, karena cara menjaganya itu hanya dengan beberapa cara yang mudah. Tapi mengapa tidak pernah kita menjaga lingkungan secara penuh .Seandainya semua manusia di dunia ini mempunyai rasa tanggung jawab seperti saya, mungkin saja saat ini semua lingkungan akan terjaga rapih dan bersih.
Kesimpulan dari tulisan saya ini, saya ingin semua orang mulai sadar dan peduli agar bisa berlaku baik dan semampu kita untuk menjaga lingkungan apapun halangannnya, karena ini adalah lingkungan kita semua, mari kita rawat agar kembali menjadi lingkungan kita yang dulu. (brogododot)

Minggu, 23 Maret 2014

Karangan Persuasi




Perilaku menyampah
Di kota-kota besar, setiap orang mencari kemudahan dalam hidup. Kebiasaan makan, misalnya, di kota besar, restoran fast food cenderung menggunakan kemasan yang terbuat dari plastik atau stirofoam yang sekali pakai langsung buang. Kemasan kue dahulu menggunakan daun pisang yang bisa membusuk, sekarang cenderung menggunakan plastik. Semua itu kebiasaan impor yang bukan budaya indonesia. Budaya indonesia menggunakan kemasan daun pisang atau daun jati.
Sebenarnya volume sampah bisa dikurangi drastis bukan hanya dengan menangani sampah plastik dengan sebaik-baikna atau dengan daur ulang tetapi bagaimana menghindari seminim mungkin perilaku menyampah. Hanya kekuatan konsumen yang bisa menekan produsen mengurangi bahan-bahan yang makin menambah volume sampah.
Semaksimal mungkin semua orang harus mengurangi penggunaan kemasan-kemasan yang kemudian akan menjadi sampah yang tidak bisa hancur. Misalnya, menghindari membeli makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik, stirofoam, atau kalaupun terpaksa membeli,ambil saja makanannya, kemasannya dikembalikan lagi kepada penjualnya. Rasanya tidak menggunakan kemasan plastik tidak akan mengurangi kenyamanan hidup ini. (Brogododot)