Jumat, 28 Maret 2014

Karangan Argumentasi



Kerusakan Lingkungan

Lingkungan hidup kita saat ini sudah berbeda di bandingkan beberapa tahun yang lalu , sekarang sangat memalukan karena tidak ada peningkatan tapi malah penurunan yang terus bertambah tiap tahun. Lingkungan ini juga seharusnya di jaga dengan baik, bukan hanya seperti hewan langka saja yang di jaga. Karena lingkungan hidup kita ini sudah tidak pantas dikatakan baik, karena perilaku masyarakat modern seperti kita ini yang begitu tidak perduli akan kesehatan lingkungan.
Kerusakan lingkungan sebenarnya sudah banyak terjadi di hampir seluruh wilayah yang ada didunia, dan itu semua karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab atas ulah ulahnya. Kerusakan lingkungan juga biasanya di sebabkan oleh tidak adanya lagi perawatan dan kepedulian para warga terhadap lingkungan tersebut. Namun walaupun kita juga tahu kalau lingkungan kita sudah rusak , tetapi kita juga masih saja acuh dan tidak memperdulikan lingkungan.
Banyak juga beberapa bencana yang terjadi karena lingkungan yang buruk dan tidak mendukung seperti semestinya. Contohnya selokan-selokan mampet yang bisa membuat banjir dikala hujan ataupun tidak hujan dikarenakan selokan yang dangkal dari semestinya. Disamping itu juga banyak sebab-sebab terjadinya lingkungan hidup yang buruk , misalkan banyak manusia yang menebang hutan secara sembarangan yang bisa membuat daerah hutan itu tidak mempunyai resapan air dan akhirnya apabila terjadi hujan yang besar sudah pasti daerah sekitar akan tekena banjir, misalkan lagi dari membuang sampah sembarangan yang membuat daerah kita terkena banjir juga.
Setelah itu dari kerusakan lingkungan kita juga bisa merasakan hal-hal yang tidak kita inginkan, namun kita malah tidak menghindari hal - hal yang tidak di inginkan itu, mengapa ? itu semua karena manusia itu mempunyai sifat egois yang sudah terlalu tinggi . Tetapi memang di dunia ini masih ada beberapa manusia yang masih peduli pada lingkungan tetapi tidak melebihi dari 50 % manusia yang ada didunia . Contohnya : Disekolah mungkin hanya ada 10 siswa dari beratus ratus siswa yang peduli pada lingkungan , atau mungkin tidak ada sama sekali. Oleh sebab itu marilah kita semua, menjaga lingkungan kita yang sebelumnya itu indah sekali dan tapi mengapa bisa hancur begini .
Itu semua terjadi sebab polusi yang berlebihan, tidak ada penghijauan, penebangan hutan secara liar, buang sampah secara sembarangan yang tidak mau bertanggung jawab. Akibat yang kita dapatkan mungkin juga akan lebih parah apabila kita tidak bisa menjaganya dengan baik. Dengan beberapa usaha yang bisa kita lakukan dan itu tidak akan merugikan kita, karena cara menjaganya itu hanya dengan beberapa cara yang mudah. Tapi mengapa tidak pernah kita menjaga lingkungan secara penuh .Seandainya semua manusia di dunia ini mempunyai rasa tanggung jawab seperti saya, mungkin saja saat ini semua lingkungan akan terjaga rapih dan bersih.
Kesimpulan dari tulisan saya ini, saya ingin semua orang mulai sadar dan peduli agar bisa berlaku baik dan semampu kita untuk menjaga lingkungan apapun halangannnya, karena ini adalah lingkungan kita semua, mari kita rawat agar kembali menjadi lingkungan kita yang dulu. (brogododot)

Minggu, 23 Maret 2014

Karangan Persuasi




Perilaku menyampah
Di kota-kota besar, setiap orang mencari kemudahan dalam hidup. Kebiasaan makan, misalnya, di kota besar, restoran fast food cenderung menggunakan kemasan yang terbuat dari plastik atau stirofoam yang sekali pakai langsung buang. Kemasan kue dahulu menggunakan daun pisang yang bisa membusuk, sekarang cenderung menggunakan plastik. Semua itu kebiasaan impor yang bukan budaya indonesia. Budaya indonesia menggunakan kemasan daun pisang atau daun jati.
Sebenarnya volume sampah bisa dikurangi drastis bukan hanya dengan menangani sampah plastik dengan sebaik-baikna atau dengan daur ulang tetapi bagaimana menghindari seminim mungkin perilaku menyampah. Hanya kekuatan konsumen yang bisa menekan produsen mengurangi bahan-bahan yang makin menambah volume sampah.
Semaksimal mungkin semua orang harus mengurangi penggunaan kemasan-kemasan yang kemudian akan menjadi sampah yang tidak bisa hancur. Misalnya, menghindari membeli makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik, stirofoam, atau kalaupun terpaksa membeli,ambil saja makanannya, kemasannya dikembalikan lagi kepada penjualnya. Rasanya tidak menggunakan kemasan plastik tidak akan mengurangi kenyamanan hidup ini. (Brogododot)

Selasa, 18 Maret 2014

Karangan Eksposisi



Kompor Tenaga Surya

Kompor tenaga surya atau Oven surya adalah perangkat masak yang menggunakan sinar matahari sebagai sumber energy. Berhubungan kompor jenis ini tidak menggunakan bahan bakar konvensional dan biaya operasinya rendah, organisasi kemanusiaan mempromosikan penggunaannya ke seluruh dunia untuk mengurangi penggundulan hutan yang disebabkan oleh penggunaan kayu sebagai bahan bakar untuk memasak
Kompor surya dapat digunakan di luar rumah, terutama dalam situasi ketika konsumsi bahan bakar minimal atau resiko kebakaran menjadi pertimbangan penting. Ada berbagai jenis kompor surya. Semuanya menggunakan panas dari dan cahaya matahari untuk memasak makanan.
Prinsip kerja dari kompor matahari adalah dengan memfokuskan panas yang diterima dari matahari pada suatu titik menggunakan sebuah cermin cekung besar sehingga didapatkan panas yang besar yang dapat digunakan untuk menggantikan panas dari kompor minyak atau kayu bakar.
Namun demikiana, salah satu kerugiannya adalah karena kompor surya umumnya mematangkan makanan pada saat hari panas, ketika orang-orang cenderung enggan memakan makana yang panas. (Brogododot).

Minggu, 09 Maret 2014

Karangan Deskripsi

SEPEDA

Ia adalah sebuah benda sederhana yang hanya terdiri dari rangkaian besi dan disusun menjadi sebuah rangka kokoh. Ia memiliki kaki-kaki sederhana yang bulat dan ditengahnya terdapat besi-besi kecil yang menopang dikala ia bergerak. Ia juga memiliki alat kecil berupa gerigi seri yang memiliki berbagai ukuran dan diikat oleh sebuah rantai yang membuatnya dapat bergerak. Benda itu pun memiliki sebuah kemudi berupa besi tegap dan sebuah karet kecil yang menempel diantara kaki-kakinya berfungsi menghentikan laju agar dapat berhenti sesuai keinginan.
Dulu sewaktu kecil dia adalah temanku bermain dan melakukan berbagai aktifitas perjalanan dekat maupun jauh,jatuh bersama,senang bersama dan menemukan rute perjalanan yang sebelumnya kuketahui atau pun tidak. Teman tambahan yang kujaga agar ia selalu kokoh dan tak tergantikan sampai kapanpun usianya.
Sekarang Ia masih tetap kujaga dan kudandani supaya ia bisa bersaing mengikuti perkembangan zaman. Warna polos yang ia miliki dulu, kini tergantikan dengan warna merah kehijau-hijauan. Begitu indah bila terpancarkan sinar mentari, kaki-kaki sederhananya kini tergantikan dengan ukuran yang lebih besar dan kemudi tegapnya berubah menjadi seperti tanduk domba layaknya kendaraan balap. Gerigi seri, sadel tempat mendudukinya, dan remnya pun berubah mengikuti perubahan baru ini.
Untuk sepedaku walaupun sekarang engkau tak lagi sering kupakai tapi aku akan berusaha tetap menjagamu sampai kapan kau dapat bertahan.
(brogododot)