PERILAKU KONSUMEN
BAB V
PEMBELAJARAN KONSUMEN
PEMBENTUKAN & PERUBAHAN SIKAP
KONSUMEN
(Berdasarkan
Buku Perilaku Konsumen Schiffman-Kanuk)
1.
SIKAP
Sikap adalah kecenderungan yang dipelajari dalam
berperilaku dengan cara yang menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap
suatu objek tertentu.
2.
Apa yang Dimaksud dengan Sikap?
Ø “Objek”merupakan sikap.
Ø Sikap adalah kecenderungan yang
dipelajari.
Ø Sikap mempunyai konsistensi.
Ø Sikap terjadi dalam situasi
tertentu.
3. Berbagai
Model Struktur Sikap
Ø Model Sikap Tiga Komponen.
Ø Model Sikap Multi Sifat.
Ø Teori Usaha Mengkonsumsi.
Ø Model Sikap terhadap Iklan.
4. Model
Sikap Tiga Komponen
a) Kognitif : Pengetahuan dan persepsi yang
diperoleh berdasarkan kombinasi pengalaman langsung dengan objek sikap dan
informasi yang berhubungan dari berbagai sumber.
b) Afektif
: Emosi dan
perasaan konsumen mengenai suatu produk atau merk tertentu.
c) Konatif
: Kemungkinan
atau kecenderungan bahwa seorang
individu akan melakukan tindakan khusus atau berperilaku dengan cara
tertentu terhadap objek sikap tertentu.
5. Model
Sikap Multi Sifat
Model sikap yang memperhatikan komposisi dari
sikap-sikap konsumen ketika memilih hal atribut produk atau keyakinan.
6. Model
Sikap Multi Sifat
a) Model
Sikap Terhadap Objek
Sikap merupakan fungsi dari
adanya (atau tidak adanya) penilaian terhadap keyakinan atau sifat-sifat produk
tertentu. Berguna untuk mengukur sikap terhadap merk.
b) Model
Sikap Terhadap Perilaku
Merupakan sikap
individu dalam berperilaku atau bertindak terhadap objek tertentu, dan bukannya sikap terhadap objek itu sendiri. Lebih mendekati
perilaku yang sebenarnya.
c) Teori Model
Tindakan yang Beralasan
Termasuk komponen kognitif,
afektif
dan konatif. Termasuk
norma-norma subjektif sebagai tambahan sikap.
7. Teori Usaha
Mengkonsumsi
Teori
ini untuk
menerangkan berbagai kejadian yang tindakan atau hasil tindakannya tidak pasti,
tetapi sebaliknya kejadian dari
tindakan tersebut mencerminkan usaha konsumen untuk mengkonsumsi (membeli).
Iklan
yang mengilustrasikan Teori Usaha Mengkonsumsi
- Sebuah iklan obat untuk menurunkan berat badan. Iklan tersebut berisikan slogan yang dapat menarik hati konsumen untuk coba mengkonsumsi produk tersebut. Slogan iklan tersebut mengatakan“Menurunkan berat badan menjadi jauh lebih mudah dan lebih cepat juga! Berkat revolusioner baru Xenadrine-EFX.”
- Sebuah iklan yang memperkenalkan lensa kontak untuk orang yang berpikir tidak bisa memakai lensa kontak. Menganjurkan untuk mencoba!
Hambatan PRIBADI POTENSIAL
a.
"Saya bertanya-tanya
apakah
kuku saya akan lebih
panjang pada saat pernikahan saya."
b.
"Saya ingin mencoba
menghilangkan berat badan 15 pound pada musim panas mendatang."
c.
"Saya akan mencoba
mendapatkan tiket pertunjukan Broadway untuk ulang tahun Kamu."
d.
"Saya akan mencoba berhenti
merokok di ulang tahun saya."
e.
"Saya akan meningkatkan
seberapa sering saya pergi ke gym dua kali
sampai dengan empat kali dalam seminggu."
f.
"Malam ini, saya tidak akan memiliki makanan
penutup di restoran."
Hambatan LINGKUNGAN POTENSIAL
a. " Sepuluh orang pertama
yang menelepon akan menerima kaos gratis."
b. "Maaf, sepatu tidak datang dalam pengiriman dari Italia."
c. "Hanya ada tiga botol sampanye di gudang kami. Anda lebih baik
datang
di lain hari. "
d. “Saya
minta maaf. Kami tidak bisa melayani Anda. Kami menutup restoran karena ada masalah
dengan oven.”
8.
Model Sikap Terhadap Iklan
Sebuah model yang menggambarkan bahwa konsumen membentuk berbagai
perasaan (afeksi) dan pertimbangan (kognisi) sebagai akibat keterbukaan
terhadap iklan, yang pada akhirnya mempengaruhi sikap konsumen terhadap iklan
terhadap merk.
9.
Isu-Isu dalam Pembentukan Sikap
a)
Bagaimana Sikap Dipelajari
Ø Sikap bisa muncul setelah
pembelian atau sebelum pembelian.
b)
Sumber – Sumber yang Mempengaruhi
Sikap
Ø Pengalaman pribadi.
Ø Pengaruh keluarga dan lingkungan.
Ø Pemasaran langsung dan media
massa.
c)
Faktor – Faktor Kepribadian
Ø Pengkondisian dan pengalaman.
Ø Pengetahuan dan kepercayaan.
10.
Strategi Perubahan Sikap
Ø Mengubah Fungsi Motivassi Dasar.
Ø Menghubungkan Produk dengan
Kegiatan tertentu sehingga dapat dikagumi.
Ø Menyelesaikan Masalah Dua Sikap.
Ø Mengubah Komponen Model Multi
Sifat.
Ø Mengubah Keyakinan Terhadap Merk
Pesaing.
11.
Menurut Pendekatan Fungsional
Sikap Digolongkan Menjadi 4 Fungsi
a)
Fungsi Manfaat
b)
Fungsi Pembelaan Ego
c)
Fungsi Pemberian Nilai
d)
Fungsi Pengetahuan
12.
Contoh-Contoh Gambar dari
Pendekatan Fungsional Sikap
1.
Fungsi Manfaat dari Suatu Produk
Dapat dilihat dari contoh 2 produk semprotan disinfektan,
namun dari 2 produk tersebut masing-masing beda manfaatnya. Konsumen (Tuan A)
lebih memilih menggunakan produk Wipol
daripada Domestos,
karena Wipol
memiliki manfaat yang lebih dari Domestos.
Wipol dapat bekerja membunuh bakteri
selama 24 jam dan aroma yang enak,
sedangkan Domestos
tidak.
2.
Fungsi Pembelaan Ego
Dapat dilihat
konsumen yang merasa
nyaman menggunakan produk Downy.
Hal ini disebabkan karena Downy
memakai fungsi pembelaan ego.
3.
Fungsi Pemberian Nilai
Dapat dilihat
bahwa seorang konsumen memberikan sebuah penilaian terhadap produk suku cadang
mobil Busi
Denso yang lebih baik dalam mengalirkan listrik.
4.
Fungsi Pengetahuan
Dapat dilihat
bahwa seorang konsumen mengkonsumsi sebuah produk teh hijau karena ia telah
mempelajari dan mengetahui bahwa teh hijau itu baik untuk dikonsumsi olehnya.
13.
Elaboration Likelihood Model (ELM) = Model Perluasan
Kemungkinan
Sebuah teori yang mengemukakan bahwa level keterlibatan seseorang ketika
memproses pesan adalah sebuah faktor yang sangat penting untuk menentukan rute
persuasif (ajakan) mana yang lebih efektif.
14.
Mengapa Perilaku Dapat Mendahului Atau Mengikuti Pembentukan
Sikap?
Ø Teori Ketidakcocokkan Kognitif
Ø Teori Kepemilikan Sifat Tertentu
15.
Teori Ketidakcocokkan Kognitif
Ketidaknyamanan dan ketidakcocokkan terjadi ketika konsumen mempunyai
pemikiran yang bertentangan mengenai keyakinan atau obyek sikap tertentu.
Contoh :
Misalnya, ketika
konsumen membuat komitmen untuk membuat DP atau memesan produk (terutama yang mahal
seperti
cicin permata),
mereka sering merasakan ketidakcocokkan kognitif
ketika mereka mengingat kualitas yang unik dan positif dari merk yang tidak
terpilih. Jika ketidakcocokkan
kognitif terjadi setelah pembelian, disebut ketidakcocokkan pasca-pembelian.
16. Posting
Pembelian Disonansi
Disonansi kognitif yang terjadi setelah konsumen telah
membuat komitmen pembelian. Konsumen mengatasi disonansi ini melalui berbagai
strategi yang dirancang untuk mengkonfirmasi kebijaksanaan pilihan mereka.
17.
Teori Kepemilikan Sifat Tertentu
Sebuah
teori yang menggambarkan pembentukan dan mengubahan sikap sebagai hasil perkembangan pemikiran
orang mengenai perilaku (persepsi diri) dan pengalaman mereka sendiri.
18. Isu dalam Teori Kriteria
Kepemilikan Sifat Tertentu
a)
Teori
persepsi diri
Suatu toeri yang menyatakan bahwa konsumen
mengembangkan sikap dengan merefleksikan pada perilaku mereka sendiri.
b)
Kriteria
Kepemilikan Sifat Menuju Lainnya
Teori ini berisi tentang keyakinan seseorang yang
muncul sebagai hasil daris sejumlah pengalaman diri maupun apa yang dirasakan
dan dipahami pihak lain terhadap dirinya.
c)
Kriteria
Kepemilikan Sifat Menuju suatu Hal
Teori berisi tentang keyakinan seseorang dalam menggunakan
atau mengkonsumsi suatu produk/barang tertentu, sehingga ia mendapatkan dampak
karena manfaat dari barang yang ia konsumsi.
d)
Bagaimana kita
menguji Kriteria Kepemilikan Sifat
Sebuah cara atau analisa untuk menegetahui “Kepemilikan Sifat
Tertentu”
apa yang kita gunakan untuk membeli atau memutuskan untuk mengkonsumsi suatu
barang.
19.
Teori Persepsi Diri
Sebuah teori yang
mengemukakan bahwa konsumen mengembangkan
sikap dengan merefleksikan pada
perilaku mereka sendiri.
20.
Kriteria Kepemilikan Sifat secara
Pertahanan
Sebuah
teori yang menunjukkan konsumen cenderung untuk menerima kredit untuk hasil yang sukses (atribusi internal) dan menyalahkan
orang lain atau produk untuk hasil yang gagal (atribusi eksternal).
21. Kriteria Kepemilikan
Sifat Tertentu secara
kausal
a)
Ciri Khas/Keunikan
Konsumen menilai suatu produk atau barang dari cirri
khas/keunikan yang dimiliki oleh suatu produk atau barang. (Contoh: Hit
mempunyai keunikan menciptakan produk obat nyamuk bakar berupa kertas yang
mampu membunuh nyamuk dalam hitungan menit.)
b)
Konsisten Dengan
Waktu
Konsumen menilai suatu produk dengan melihat
konsistensi waktu dalam pengiriman produk atau barang. Agar barang yang dicari
oleh konsumen selalu dapat terpenuhi, sehingga konsumen setia memilih produk
tersebut. (Contoh: Pengiriman Tabung gas 3kg oleh pemerintah selalu konsisten
dengan waktu, sehingga setiap konsumen mencari gas 3kg barangnya selalu ada)
c)
Konsisten Dengan
Modal
konsumen menilai suatu produk dengan melihat
kosistensi modal/harga produk atau barang yang dijual dipasar. (Contoh: Walaupun BBM
naik, tetapi produk roti tawar merk sari roti tidak mengalami kenaikan. Hanya
saja produknya mengalami sedikit penyusutan ukurannya).
d)
Konsensus
Konsumen menilai suatu produk dari mendengarkan opini atau pendapat dari
masyarakat yang menkonsumsi suatu produk. (Contoh: Seorang konsumen yang ingin
membeli motor, tetap konsumen tersebut meminta pendapat orang-orang
dilingkungannya terlebih dahulu, Dengan begitu kosumen dapat menentukan
pilihannya terhadap motor yang ingin dibeli konsumen tersebut).