Sabtu, 31 Desember 2011





Kepastian diri


sekarang aku hanya bisa terdiam
memandang awan
menerka angin
dan membelai dinginnya pagi

ketika sang surya bersua
diantara semerbak sunyi
wangi embun menyapa

disaat titik demi titik
murninya air
melebarkan sayapnya
dan mulai terbang

terdiam ku seketika
termenung hati
menyangga jiwa yang hampa

terhempas realita
menggantung kepada
abu-abu diantara putih
dan hitam

terjerembab mencoba
berdiri dan tertatih
menentukan arah yang nyata

sekarang..
esok..
atau tidak sama sekali...







Tidak ada komentar:

Posting Komentar