Seperti yang pernah kita dengar
baru-baru ini, betapa mirisnya melihat nasib fauna langka kebanggaan negara
kita yaitu “orangutan” , berkurang atas ulah tangan pemburu liar yang tak
bertanggung jawab dan akibat perubahan lahan hutan.
Orangutan (ubiquitous proboscis) adalah fauna atau primata langka asli
indonesia yang hampir punah. Ada 2 jenis orangutan, yaitu “Orangutan
Kalimantan/Borneo (Pongo pygmaeus)” dan “Orangutan Sumatra (Pongo
abelii)” walaupun mereka banyak
terdapat di hutan kalimantan (borne). Orangutan di kalimantan juga dikelompokkan
ke dalam tiga anak jenis, yaitu “Pongo pygmaeus pygmaeus” yang berada di
bagian utara Sungai
Kapuas sampai ke timur laut Sarawak, “Pongo
pygmaeus wurmbii “ yang ditemukan mulai dari selatan Sungai Kapuas
hingga bagian barat Sungai
Barito, dan “Pongo pygmaeus morio”.
Orangutan dapat ditemukan di Sabah, Sarawak, dan hampir
seluruh hutan dataran rendah Kalimantan, kecuali Kalimantan Selatan
dan Brunei
Darussalam. Orangutan itu seperti spesies
payung yang hidup di atas pohon. Ia makan, jalan, dan melempar bijian ke bawah.
Itu dapat membuat bijian semakin tumbuh. Apalagi saat membuat sarang di pohon
orangutan mengkaitkan dahan-dahan pohon, yang membuat sinar matahari masuk ke
permukaan tanah.Dengan cahaya matahari terbuka, kehidupan bawah hutan dapat
tumbuh cepat, secara tidak sengaja dinamika hutan menjadi lebih baik dan
berkembang.
Bila kita melihat kutipan diatas, sangat
ruginya indonesia bila kehilangan satwa langka kebanggaan tanah air ini. Jumlah
orangutan pun berkurang jumlahnya dari total jumlah orangutan sebanyak 30% dari
65 ribu pada data 2004. Apalagi melihat pembalakan hutan ilegal secara
besar-besaran yang terjadi di hutan kalimantan, itu sama saja memusnahkan
orangutan tanpa sengaja.
Orangutan adalah salahsatu harta beharga
yang dimiliki indonesia, jadi mari kita rawat dan lesatarikan kehidupannya dari
para pemburu gelap dan pembalakan hutan liar. Agar tetap ada dan menjadi fosil
hidup kita seperti halnya komodo.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar